
Air Mata Ibu
editor : almusafirq8
Air mata ibumengalir,
bila mendengar tangisan si kecil,
bila mendengar tangisan si kecil,
masih merah salutan darah kelahiran.
Biarpun penat bersabung nyawa,
senyuman tetap terukirceria memekar taman jiwa.
Segala puncak sengsara hancur semerta,
selamat zuriat melihat dunia...
Air mata ibumenitis lagi,
bimbang resah mengulit diri,
sepanjang malam berjaga gelisah,
kerana si kecil masih mentahmeraung sakit ditimpa musibah...
Hari itu,
air mata ibubergerimis lagi,
bukan kepiluan tapi kebanggaan,
melihat permata digilap kejayaantak kering bibirnya dengan senyuman,
tak lekang lidahnya pujian kesyukuran...
Takdir tuhan siapa menyangka,
harap panas bertahansang hujan bertamu ditengah laman...
Tika ini,
air mata ibubergenang kelukaan,
hati tua robeksarat calaran,
permata kebanggaanhilang kilauan kemanusiaan,
didikan tinggi tiada pedoman,
akibat gelap hati imanharta nafsu jadi panduan...
Kemuliaan ibu,
hilangditimbus padam,
insan mulia yang sarat pengorbananditinggal gersang...
Rintihan si ibu,
Kesepian...
Kesedihan...
Kekecewaan...
Bukan balasan jasapintaan jua,
Bukan balasan jasapintaan jua,
cukuplah secebis kasih permata sementara
jasad bersisa nyawabiar tenang menutup mata...
~~ Al-Isra' 17:23 ->Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang di antara keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya,dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik~~
"Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil" Aminnn.... [[17:24 ]]

No comments:
Post a Comment